Friday, July 2, 2010

Penglihatan ku terbuyarkan


Masih segar diingatan saya ketika di sekolah dasar saya memakai kaca mata mainan yang sama sekali tidak berguna untuk membantu penglihatan. Hanya satu kegunaan saat itu adalah untuk sebuah gaya, namun sesal pasti akan datang di akhir cerita. Karena terlalu seringnya saya memakai kaca mata mainan tersebut, akhirnya kedua otot mata saya mengalami gangguan. Setelah lulus dari sekolah dasar saya mencoba memeriksakan mata saya ke dokter, dan betapa terkejutnya saya ketika di periksa tenyata mata saya sudah minus 2. Entah itu dikarenakan terlalu sering memakai kaca mata mainan atau mungkin penyebab lain seperti terlalu sering bermain komputer.

Saat di Sekolah Menengah Pertama, saya tidak terlalu intensif memakai kaca mata, kacamata tersebut hanya dipakai di saat saya membutuhkan, didalam kelas contohnya. Mengapa? Karena terpikir di benak saya, jika terlalu sering memakai nya akan terus menerus merusak otot-otot mata saya, namun ketika di konfirmasi ke salah satu dokter, ia mengatakan lebih baik saya terus memakai kaca mata tersebut karena apabila tidak memakainya, otot-otot mata akan di paksa terus bekerja keras hingga nanti minus nya akan bertambah. Entah itu benar atau hanya bualan yang dipaksakan oleh ibunda saya kepada dokter tersebut.

Setelah itu saya selalu memakai kaca mata di setiap waktu, setiap bangun dari tidur hal pertama yang saya lakukan adalah mencari kaca mata. Beberapa kali saya menganti-ganti bentuk kaca mata, dari yang frame nya tebal, hingga tidak ada frame. Beberapa kali juga mengganti karena kecerobohan saya, mulai dari terjatuh dan patah, terduduki, hingga hilang entah kemana.

Waktu terus berlanjut hingga timbul kekesalan di pikiran saya, kaca mata yang sering saya pakai ini membuat saya seperti orang "cacat", harus selalu dibantu oleh sebuah alat untuk menjadi "normal". Terlebih lagi apabila saat pemeriksaan mata, saya selalu tegang di saat seperti itu karena takut akan bertambahnya minus kaca mata saya.

Pemeriksaan terakhir adalah beberapa hari yang lalu, sang pemeriksa mengatakan bahwa mata kiri dan kanan saya minusnya tidak lagi sama. Mata kiri saya tetap di angka minus 2,5 sedangkan mata kiri saya bertambah menjadi minus 3, sempat ragu akan naiknya minus mata kanan saya, namun kata-kata bijak dan kata bualan infofmasi dari pemeriksa membuat saya begitu percaya akan bertambahnya minus saya.

Hingga beberapa hari setelah pemeriksaan, kaca mata yang saya pesan pun jadi, dan saya sangat kecewa. Ketika pertama kali saya pakai, saya seperti ingin muntah, begitu pusing dan mual saat melihat benda-benda sekitar. Dan sang pemeriksa berkata, itu sudah biasa, harus sering dipakai, apabila dalam tiga hari masih mengalami demikian nanti akan diganti kembali. WTF! Memakainya dalam satu jam saja otot mata kanan saya seperti tertarik dan dipaksa untuk menyesuaikan kaca mata tersebut.

Namun saya tetap memaksakan untuk memakainya di hari sesudahnya. Saya memakainya di kampus dan ternyata benar-benar tidak nyaman.

Untuk kedepannya nanti, saya akan komplain dan mengganti lensa kaca mata tersebut. Dan tentunya saya tidak ingin diberi tambahan biaya, walaupun biaya tersebut dibayarkan oleh ibunda saya.

No comments:

Post a Comment

 
Copyright 2010 Bonard Alfin's Blog. All rights reserved.