Friday, July 2, 2010

Kronis! insomnia akut

Entah kenapa akhir-akhir ini setiap saya bangun tidur, kepala saya serasa ingin pecah, begitu sakit hingga malas untuk bangun dari sandaran bantal. Saya berpikir, mungkin karena sering bergadang. Terlebih lagi mungkin karena memang saya tidak pernah berolah raga semenjak saya lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah saya lulus dari SMA, pola hidup saya serasa terbalik dan tidak teratur. Saya hanya bisa tertidur jika jam sudah menunjukan pukul 04.00 wib, atau disaat azan subuh berkumandang.

Bukan karena saya mengantuk, namun lebih tepatnya atas paksaan ibunda saya yang khawatir ketidak-sehat-nya pola hidup saya saat ini.
Insomnia, begitulah kata dokter teman ibunda saya, saya sudah mencoba untuk berada di atas tempat tidur saat jam menunjukan pukul 23.00 WIB. Berharap keajaiban terjadi disaat saya bisa tertidur lelap dengan mimpi yang indah pada jam tersebut. Yup, mungkin awal yang baik, saya benar-benar tertidur pada jam tersebut, namun terbangun kembali pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Antara rasa kesal dan bingung selalu menyelimuti pikiran ini, mau seperti apa saya ini? Hidup seakan terbalik, ketika siang hari saya selalu lemas dengan otot-otot badan yang tidak bisa tersingkronisasi dengan pikiran saya. Dan di saat malam hari saya begitu aktif, otak saya seakan bekerja optimal untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak mungkin saya lakukan pada siang hari.

Begitu banyak rencana yang dibuat oleh ibunda saya, salah satunya adalah ingin membelikan saya obat tidur yang di jual bebas di apotik. Namun ibunda saya khawatir, apabila ia memberikan obat tersebut, ia takut saya menjadi addict atau ketergantungan dengan obat tersebut. Kekhawatiran ibunda tersebut diawali ketika ia bertanya kepada temannya yang seorang dokter tentang obat tidur yang bisa menjadi ketergantungan bagi pemakainya.

Mungkin nanti, suatu saat apabila saya memilki sebuah pekerjaan dengan waktu yang teratur seperti harus masuk ke kantor tepat jam 07.00 WIB, kebiasaan insomnia saya bisa berangsur-angsur sembuh atau pulih. Karena mungkin akan ada suatu paksaan dari pikiran saya yang mengharuskan saya tidur lebih awal agar tidak telat bangun untuk melakukan pekerjaan yang harus di lakukan pada jam yang sama setiap hari kerja.

Saat ini saya hanya bisa menjalani kebiasaan yang menjadi penyakit kronis yang terus mengrogoti tubuh saya. Badan saya begitu renta, kering kerontang layaknya tulang yang terbalut kulit tipis yang siap terkoyak. Begitu kurus hingga beberapa kawan lama saya mengira saya memakai obat-obatan terlarang yaitu narkoba. Padahal tidak pernah terpikirkan di otak saya untuk memakai obat hina dan laknat itu hanya untuk kesenangan sesaat. Ya wajar apabila mereka berpikir seperti itu. Saya pun tidak akan marah apabila ada yang berpikir maupun terlontar dengan kata-kata hingga terdengar di kedua telinga saya.


No comments:

Post a Comment

 
Copyright 2010 Bonard Alfin's Blog. All rights reserved.